10 Januari 2009

Sepiiiiiii…




Sepuluh hari sudah papah meninggalkan aku, kakakku, suamiku, anakku, dan seluruh keluarga besar kami…apa yang terlintas dalam benakku saat ini adalah sepi….., sunyi senyap…! Rumah peninggalan papahku yang sudah aku tempati berpuluh-puluh tahun terlihat lenggang…tak ada kehidupuan selain aku, anakku dan dua ekor kucing, 7 ikan di akuarium air laut, 15 ikan di kolam ikan air tawar serta 1 ekor burung…
Saat kulirik kamar papah, tidak ada aktivitas kehidupan. Papah yang biasa terbaring lemah di kamar, menonton tv atau merasa dingin menusuk tubuhnya dengan selimut tebalnya, sudah hilang dalam pandanganku…Atau papah yang biasanya bekerja di teras belakang, karena papah adalah seniman, beliau setiap harinya menciptakan kreasinya sendiri di teras belalakng. Tapi disana juga sunyi..tak ada suara ketok palu, atau suara gergaji yang biasanya menghiasi hari-hari kami.

Oh my god, untuk saat ini akau masih belum percaya papah telah meninggalkan kami untuk selama-lamanya…. Ya Allah, apakah aku salah dan berdosa jika dalam hati kecilku aku tidak ingin papa pergi untuk selama-lamanya????
Ada yang belum gue ceritaian, pada waktu malam menjelang tahun baru. Karena tidak ada yang menjaga rumah, aku , suamiku dan anakku tidak menjaga papa di rumah sakit, tapi kami tetap siap siaga di rumah, aku sudah memakai baju pergi, jadi kalo ada apa-apa tinggal berangkat. Tapi karena sampai jam 12 tidak ada kabar mengkhawatirkan maka tertidurlah aku… di saat itulah aku bermimpi, papa sudah memakai baju yang bagus dan rapih…aku tanya: papa mau kemana??? Beliau menjawab mau pergi. Mau ketemu mama? Beliau menganggguk. Dan terjagalah aku saat itu…Oh God…apa benar mimpiku itu…??? Feelingku saat itu mengatakan sepertinya iyah, papah benar-benar akan meninggalkan kami…

Friends, gua gatau harus nulis apalagi…karena gue udah kehilangan dua manusia ciptaan Allah yang telah membuat gue ada di dunia ini. Di umur 27, gue dah kehilangan mama dan 3 tahun kemudian papa menyusulnya….terus terang aku sepertinya belum siap untuk ditinggalkan kedua orangtuaku. Yang pertama, aku anak bungsu yang manja. Yang kedua, aku belum maksimal mengurus dan menjaga papaku ( alhamdulillah, aku merasa telah cukup menjaga mama) . Yang ketiga, aku masih membutuhkan mereka, walaupun aku sudah ada suami, tapi benar-benatr tidak ada yang bisa menggantikan kasih sayang mereka. Yang terakhir, papa berat untuk meninggalkan aku…( itu yang papa selalu katakan di akhir hayatnya), karena mungkin dalam hati kecilku aku juga berat untuk kehilangan apa… tapi, itu yang dimau Tuhan. Allah yang berkuasa atas segalanya. Kita hanya manusia biasa yang hanya bisa berencana, tapi Allah lah yang menentukan…benar-benar dengan kejadian ini membuat aku lebih dewasa dan semakin matang dalam menjalani hidup.

Terimakasih Tuhan atas karunia dan rezki yang telah Engka berikan kepadaku dan keluargaku… mungkin engkau telah memberikan yang terbaik untuk kedua orang tuaku. Saat ini aku hanya berusaha menjadi anak yang sholehah agar doaku bisa terdengar olehMu dan sampai pada kedua orangtuaku.
“Rabbigfirli waliwalidaya warham ghuma kama rabbaya nishagirra….”

3 komentar:

  1. hai neng turut berduka cita yah... maaf telad... baru mampir lagi sih....

    BalasHapus
  2. Turut berduka cita...Semoga amal ibadah Papa tercinta dapat diterima oleh Allah SWT...Aamien
    Mbak Santi yang sabar ya....mudah2an Allah selalu memberikan kekuatan dan ketabahan...

    BalasHapus
  3. Al Fatihah buat almarhum ya, sebagai manusia kita hanya bisa mengirimkan doa untuk orang2 terkasih yg telah mendahului kita...

    BalasHapus